BCOS is Back

BCOS (Basketball Club Of Smanggar) merupakan nama Tim Basket SMAN 1 Pesanggaran yang dibina oleh Drs. Suyono. Usia dari tim basket ini masih tergolong muda, BCOS juga sempat berhenti untuk beberapa waktu dikarenakan adanya kendala. Salah satunya karena tidak adanya pelatih.

Melihat tim basket Smanggar tidak memiliki pelatih, salah satu alumni SMAN 1 Pesanggaran yang sebelumnya juga anggota BCOS menawarkan diri untuk menjadi pelatih. Setelah koordinasi dengan pembina akhirnya diizinkan untuk menjadi pelatih BCOS periode 2016/2017.

Setelah latihan selama kurang lebih 3 bulan, tim basket Smanggar mendapat tawaran untuk latih tanding dengan SMAN 1 Bangorejo. Tanpa berpikir panjang, pelatih basket Smanggar segera menerima tawaran tersebut. Tim basket Smanggar juga tampak antusias.

“Kalah menang sudah biasa. Kalau kalah jadikan itu sebuah pelajaran agar kita bisa menang di lain waktu”. Kalimat dari pelatih itulah yang membuat tim basket Smanggar tidak pernah merasa takut ataupun minder ketika hendak bertanding.

Pertandingan Pertama Setelah Vakum

Tim BCOS putri membuka latih tanding pertama

14 Maret 2017 merupakan latih tanding pertama BCOS setelah vakum beberapa waktu. Latih tanding perdana ini dilaksanakan di lapangan basket SMAN 1 Bangorejo. Tim putri BCOS membuka latih tanding ini dengan penuh antusias. Walau dibilang masih pemula, mereka tetap berusaha menunjukkan yang terbaik.

Hujan Menambah Gairah

Usai pertandingan tim putri, latih tanding dilanjutkan dengan permainan tim putra. Pada awalnya pertandingan berjalan lancar. Namun ketika memasuki quarter kedua, cuaca tidak mendukung. Hujan turun dengan derasnya hingga sempat dihentikan sementara sampai hujan reda.

Tim BCOS putra tetap antusias meski hujan deras

Gerimis tidak menjadi halangan untuk tim putra BCOS. Mereka tetap melanjutkan pertandingan itu. Suasana mulai memanas saat alur pertandingan semakin cepat. Hujan juga mulai deras. Namun mereka tetap bertahan di tengah lapangan dengan tampang yang serius. Tidak jarang juga bola meleset saat melakukan shooting ataupun passing.

“Karena hujan ini, kami merasakan sensasi yang berbeda saat bermain basket” ujar salah satu pemain. Semakin lama hujan semakin deras dan mendekati waktu magrib. Akhirnya pelatih dari kedua tim memutuskan untuk mengakhiri latih tanding ini sampai quarter kedua saja. Usai berakhirnya pertandingan ini, tim basket dari kedua sekolah berharap dapat melaksanakan kegiatan serupa di lain waktu untuk mempererat persahabatan antar sekolah khususnya ekstrakurikuler basket.

jcs