Merpati Putih Mulai Kembangkan Sayap di Smanggar

Sejarah Merpati Putih

Merpati Putih (MP) merupakan salah satu perguruan pencak silat beladiri tangan kosong (PPS Betako) dan aset budaya bangsa. PPS Betako Merpati Putih sendiri terbentuk sekitar tahun 1550-an. Awalnya aliran ini dimiliki oleh Sampeyan Dalem Inkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Pangeran Prabu Mangkurat Ingkang Jumeneng Ing Kartosuro kemudian ke BPH Adiwidjojo (Grat I). Lalu setelah Grat ketiga, R. Ay. Djojoredjoso ilmu yang diturunkan dipecah menurut spesialisasinya sendiri-sendiri.

Logo IPSI (kiri) dan logo Merpati Putih (kanan)

Seni beladiri ini mempunyai dua saudara yaitu bergelar Gagak Samudro dan Gagak Seto. Gagak Samudro diwariskan ilmu pengobatan dan Gagak Seto diwariskan ilmu sastra. Sedangkan untuk seni beladiri diturunkan kepada Gagak Handoko (Grat IV). Dari Gagak Handoko inilah akhirnya turun temurun ke Mas Saring lalu Mas Poeng dan Mas Budi menjadi PPS Betako Merpati Putih.

Saat ini MP merupakan salah satu anggota dari Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) dan Martial Arts Federation For World Peace (MAFWP) serta Persekutuan Pencak Silat Antar Bangsa atau PERSILAT (International Pencak Silat Federation).

Pembukaan Kolat Ekstrakurikuler di Smanggar

Dari kiri: Andre Ego, Bukhari, Aunal, Alprissach, Rifo – para perintis Merpati Putih Smanggar

Dulu Pencak Silat Merpati Putih pernah beberapa kali diminta untuk mengisi acara di SMAN 1 Pesanggaran, namun belum menjadi ekstrakurikuler resmi di sekolah ini. Hal ini dikarenakan memang masih kurangnya tenaga pelatih saat itu. Namun dengan berbekal nekat dan semangat, pada awal Maret 2017 Merpati Putih resmi diakui sebagai ekstrakurikuler di Smanggar.

Kolat perdana Merpati Putih di SMAN 1 Pesanggaran

Andre Ego, Bukhori Muslim, Muhammad Alpriansyach, Rifo Wahyu dan Yongki Yuniar adalah beberapa siswa Smanggar yang mengawali pembentukan Merpati Putih ini dengan mengikuti Kolat (Kelompok Latihan) luar yaitu di Balai Desa Pesanggaran. Setelah melalui berbagai promosi ekskul, kini Merpati Putih telah memiliki cukup banyak anggota yang siap mengukir prestasi demi mengharumkan nama SMAN 1 Pesanggaran.

Ekshibisi di Smanggar

Dua pelatih Merpati Putih dari Pesanggaran dan Cluring

Ekshibisi perdana pencak silat Merpati Putih di Smanggar dilaksanakan pada Hari Selasa, 27 Maret 2017. Latihan perdana ini dilakukan di SMAN 1 Pesanggaran dan dihadiri juga oleh dua pelatih dari wilayah yang berbeda yakni dari Kolat Balai Desa Pesanggaran dan Kolat Glagahagung – Cluring. Latihan perdana ini diikuti dengan penuh antusias dari para anggota baru.

Penampilan Perdana Merpati Putih di Smanggar

Salah satu adegan pada penampilan perdana Merpati Putih di Smanggar

Merpati Putih melakukan penampilan perdananya di hadapan siswa dan para guru Smanggar pada peringatan Hari Pendidikan Nasional tanggal 2 Mei 2017 lalu. Penampilan perdana ini sontak membuat mata warga Smanggar terbelalak. Bagaimana tidak? Dengan teknik rahasia yang dipelajari di MP, mereka mampu mematahkan beton dan gorong-gorong dengan tangan kosong. Bahkan beberapa mampu menghancurkan benda-benda keras tersebut dengan kepalanya.

Ketika ditanya mengenai rahasianya, salah satu pengurus MP menjawab bahwa teknik rahasia ini hanya bersumber dari pembinaan nafas yang baik yang dipelajari di Merpati Putih. Setiap orang sejatinya memiliki kemampuan tersebut. Hanya saja kemampuan tersembunyi tersebut perlu diasah dan dilatih agar dapat diimplementasikan secara nyata. Nah, jika ingin melatihnya, MP adalah salah satu wadah yang tepat untuk diikuti.

Walau Berstatus Sebagai Ekstrakurikuler Baru, MP Mampu Raih Juara 3 Pada Event se-Karesidenan Besuki

Walaupun MP di Smanggar masih terbilang baru, bukan berarti tidak mampu meraih prestasi. Tepatnya pada tanggal 17 Maret 2017 Universitas Jember mengadakan turnamen tanding IPSI untuk tingkat SD, SMP dan SMA se-Karesidenan Besuki Raya. Banyuwangi sendiri turut serta dengan mengirimkan kontingennya dalam turnamen tersebut. Salah satu atlet yang terpilih untuk ikut pada kejuaraan tersebut adalah anggota Merpati Putih dari SMAN 1 Pesanggaran yakni Bukhori Muslim.

Kontingen Merpati Putih Banyuwangi saat kompetisi di Universitas Jember

Pada turnamen tersebut, kontingen Banyuwangi berhasil memborong 9 medali yang terdiri dari 4 emas, 2 perak, dan 3 perunggu. Bukhori Muslim yang kala itu adalah anggota baru Merpati Putih berhasil menyumbangkan 1 medali perunggu pada turnamen tersebut. Sebuah prestasi yang membanggakan. Anggota baru saja sudah mampu dapat medali perunggu. Apa jadinya jika statusnya adalah anggota profesional?


Hebohnya penampilan Merpati Putih dan 2 perguruan pencak silat lainnya dapat kalian saksikan melalui video berikut.