Nilai Rapor Meroket, Bersyukur atau Tersungkur?

Aneh memang, memiliki nilai rapor yang baik dan di atas rata-rata seharusnya menjadi kebanggan tersendiri. Namun rasanya tidak begitu dengan pendapat siswa-siswa Smanggar ini. Terbebani, kira-kira itulah yang sebagaian besar mereka rasakan. Apalagi yang berniat melanjutkan pendidikan di tingkat lebih tinggi nantinya.

Menurut penuturan beberapa Bapak/Ibu guru pengajar bahwa nilai rapor selama 5 semester yang dimulai dari kelas X semester 1 hingga semester 1 kelas XII haruslah meningkat di setiap semesternya. Tentu hal ini tidak mudah dilakukan bagi siswa-siswi karena semakin tinggi tingkatan kelas maka akan semakin sulit pula materi pelajaran yang diajarkan

Peningkatan nilai dari semester 1 ke semester 2

Seperti pengakuan Fauzul, salah seorang siswa SMAN 1 Pesanggaran kelas X MIPA 3  saat ditanya mengenai fenomena meroketnya nilai rapor siswa, “Bisa-bisanya dapat nilai A, padahal semester lalu B. Nggak tahu deh kalau turun nanti gimana jadinya.” Ia merasa terbebani dengan tingginya selisih nilai tersebut, terutama pada mapel matematika. Bahkan, beberapa siswa nekat mendatangi wali kelasnya masing-masing dan meminta agar nilai rapornya diturunkan. Dari sini terlihat jelas bahwa siswa telah memiliki pemikiran yang berorientasi pada masa depan. Mereka telah dapat menganalisa dan mempertimbangkan kemungkinan terburuk yang bisa saja mereka alami saat di kelas XI dan XII.

Meski begitu, mereka tidak harus menurunkan nilai rapornya. Karena nilai tersebut tentunya telah mereka peroleh dengan susah payah selama satu semester. Sebenarnya ada banyak cara untuk mempertahankan prestasi, misalnya dengan rajin belajar dan mengikuti kegiatan bimbingan/les di sekolah ataupun di luar sekolah. Tetap semangat dan pantang menyerah adalah kuncinya!

 

yap